Value Added Life

Mei 30, 2005

You’ll Never Walk Alone

Diarsipkan di bawah: It's My life — alit @ 11:30 pm

When you walk through a storm

Hold your chin up high

And don’t be afraid of the dark.

At the end of a storm

Is a golden sky

And the sweet, silver song of a lark.

Walk on, through the wind,

Walk on, through the rain,

Though your dreams be tossed and blown.

Walk on, walk on with hope in your heart,

And you’ll never walk alone,

You’ll never walk alone.

 

Agak terlambat sih sebenernya ngeluarin tulisan ini, but kesibukan kemaren2 bener2 gak bisa diajak kompromi. Buat para fans Liverpool tentunya euforia memenangkan piala champion masih belum redup.

 

Sangat2 bersyukur kemaren sempat melihat final liga champion terseru (lebih seru dari keajaiban United memenangkan pertandingan melawan Muenchen, apalagi menonton Milan melawan Juve.

 

Sebenernya waktu itu gak ada niat buat nonton, maklum lagi capek banget so jam 10 udah bobok manis but UNTUNGnya jam 1.30 kebangun tanpa weker dan temen2nya (mungkin emang udah sehati ama Stevie G and the gank), and langsung aja nyalain ESPN (eh apa Starsport ya?) babak pertama dimulai udah langsung deg2an gara2 Maldini ngebobol gawang kurang dari 1 menit ….. harry kewell cedera digantiin ama smicer (hiks padahal 2 org itu jarang dimainin di premiership dooh maksudnya rafa apa ya?), gol kedua Milan makin menekan mental permainan Liverpool … Gol ke 3 langsung aja ngebuat mas-alit browsing2 internet nyari bahan thesys (dooh kok bangun cuman buat ngeliat liverpool dipermalukan) ….

but 1 hal yang membuat mas alit menghentikan browsing bahan thesys …. para pendukung liverpool serempak menyanyikan you’ll never walk alone dengan tempo agak lambat … hwaa terharu banget ngedengernya (sayangnya para pemain menurut hasil wawancara gak bisa mendengar nyanyian para pendukung) … so dengan semangat you’ll never walk alone mas alit cepet2 menyudahi browsing and mulai nonton lagi berharap keajaiban terjadi (dooh dalam kondisi normal mana mungkin ngebobol salah satu magnificent 7 italia yg terkenal ama defensenya didalam final ajang bergengsi) … keajaiban bermula dari sundulan gerrard … seluruh pendukung termasuk mas alit tentunya mulai terkena yg namanya sinar harapan …. gol smicer membuat mas alit berani membalas sms temen yg sebelumnya milan udah menang 3 – 0 …. gol ketiga bener2 bagaikan caffein terbaik (waks udah gak bisa merem sama sekali…malah gak tidur ampe masuk kantor) …. extra time bikin jantung kebat kebit maklumlah si Dudek sebagai raja blunder menunjukkan kelasnya lagi sebagai pembuat blunder sejati …. but di akhir extra time, dia juga yg berhasil mematahkan 2 peluang bersih Sheva .. congrats dude ..well, adu penalty menghadirkan ketegangan tersendiri, apalagi ngeliat gaya ngebornya Dudek (lebih mantap dari Inul) …. akhirnya , Liverpool dinobatkan juga sebagai King of Europe … waktu pengalungan medali para fans tetap dengan setia menyanyikan You’ll Never Walk Alone …. yup Anfield Ganks, you’ll never walk alone …..

PS:

hehehe Git, gw sebenernya nonton dari awal koq… cuman males bales sms maklum masih kalah hehehe … gomen

Mei 8, 2005

Cinta tidak harus berwujud bunga

Diarsipkan di bawah: What bout it?? — alit @ 8:04 am

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anakyang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya,bahwa saya menginginkan perceraian.”Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan” Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”. Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, sayaakan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indahyang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunungitu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.”Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan….”Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.”

Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.”Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.”

“Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.”

“Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.”

“Kamu selalu pegal-2 pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”

“Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.”

“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untukkesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti,saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”

“Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai,menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu”.

“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.”

“Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu.”

“Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku,mataku, tidak cukup bagimu. aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan,kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.”Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu.”

“Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah,bahagiaku bila kau bahagia.”

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud “bunga”.

ps: tulisan ini aku ambil dari milis MM, … setuju banget bahwa cinta tidak harus berwujud bunga…masing2 orang punya cara berbeda buat ngungkapin rasa cinta (tapi ya jelas gak mungkin mengungkapkan cinta dengan cara selalu mukul, nampar, bentak, dan teman2nya … itu mah psikopat … plis deh)

Mei 7, 2005

Belajar tuk berkata “aku tidak mampu”

Diarsipkan di bawah: Making the world a better place — alit @ 8:55 am

Sepertinya mudah untuk melakukan tetapi sebagian orang disekitar kita susah sekali untuk mengatakan “aku tidak mampu”, mungkin aku juga termasuk orang kebanyakan tersebut. Well, kenapa sih kayanya susah untuk membicarakan ketidak mampuan kita kepada orang lain? Ada banyak jawaban untuk ini “wah abisnya sebagai cowok, aku khan harus serba bisa didepan cewekku donk” …. “dooh, gimana ya? tengsin lagi kalo dicap gak punya kemampuan” … “gimana ya? aku khan butuh pengakuan” … n lain – lain.

Topik ini sebenernya muncul saat aku(A), titi(B), n vita (waktu itu vita udah turun dari taksi) dalam perjalanan pulang dari kuliah, n seperti biasa kita bertiga naik taksi bareng. Percakapan dimulai dari celetukan titi tentang adanya lowongan kerja disebuah produsen barang konsumsi terkenal.

B : “Denger-denger di Nestle lagi butuh tenaga marketing tuh!”

A : “lah, kamu gak mau daftar? khan kamu suka ama bidang marketing tuh, perusahaannya jelas lagi”

B : “dooh, kayanya gak deh, sibuk banget, kantornya khan jauh, sementara aku khan kuliah juga lagi ngurusin tesis, aku gak mau”

 

A : “yakin gak mau nyoba? siapa tau nanti karirmu justru lebih menanjak disitu dibandingkan diperusahaan sekarang”

B : “kalo cuman buat nyoba ya bisa aja, tapi untuk apa? toh aku yakin sekarang aku gak akan mampu menjalani, daripada semua urusan jadi berantakan mendingan aku gak perlu nyoba2 khan?” …… “Btw kalo dulu zaman2 smu atau S1, semua hal pasti gw coba, hehehe maklum masih berjiwa panas” ….. “tapi semenjak kuliah S2 ini, aku sedang belajar untuk berkata bahwa aku tidak mampu”

well mungkin banyak yang memandang bahwa percakapan itu biasa aja, malah mungkin tanpa makna yang jelas …. but bagiku kata2 belajar untuk berkata bahwa aku tidak mampu yang diucapkan Titi sangat2 memberi kesan mendalam buatku, mungkin kalau diucapkan oleh orang lain, jadi tidak terlalu bermakna, but karena diucapkan oleh seorang Titi, maka menjadi sangat bermakna …. kenapa? Titi ini termasuk manusia dengan tipe superior. Seorang manusia yang memiliki banyak kelebihan dibandingkan kebanyakan orang.

Well mungkin tulisan ini tidak bermakna apa-apa bagi sebagian orang yang membaca (maklum mas alit tuh bukan seorang penulis yang pandai merangkai kata), but the point is … saat ini aku menyadari bahwa seseorang akan menjadi “lebih” disaat dia bisa mengetahui “ketidakmampuannya” … gak ada orang yang sempurna. Kalo ada yang berkeberatan ama pemikiran ini ya monggo aja. Toh ini hanya sebuah pemikiran pribadi yang tidak sempurna.

Blog pada WordPress.com.