Value Added Life

Juni 7, 2005

Pasal 1- sebuah renungan kecil bagi “senior”

Diarsipkan di bawah: Making the world a better place — alit @ 7:43 pm

Pasal 1

Senior Tidak Pernah Salah

 

Pasal 2

Kalau Senior Salah Lihat Kembali Pasal 1

 

Kedua pasal tersebut merupakan pasal yang melalui konsensi umum para senior di berbagai pusat pelatihan, pendidikan, Ospek, de el el diterima sebagai peraturan absolut.

 

apa sih pemaknaan dari pasal tersebut?

 

sebagian senior memberikan pemaknaan bahwa pasal tersebut menjadikan mereka memiliki kuasa penuh atas sadar-pingsannya (bukan hidup-mati) para junior dibawah mereka.titik.

 

Nah, Mas Alit kurang sepaham dengan pemaknaan sebagian senior tersebut.

 

kenapa kurang sepaham?

 

Ada beberapa point yang membuat mas alit kurang sepaham, but kita bahas itu nanti.

 

Kalo gitu perlu gak sih ada pasal-pasal tersebut?

Perlu banget! Nah supaya gak bingung kita liat begini …. dalam suatu bentuk pelatihan atau penempaan atau apapun itu sebutannya, seorang junior harus mampu menyerap apa yg dilatih oleh seniornya … nah agar penyerapannya itu bisa berlangsung cepat n lengkap maka ego si junior ini harus diilangin terlebih dahulu soalnya ego ini dapat menghambat proses penerimaan tadi.
Nah kembali ke beberapa point yang mas alit kurang sepaham itu adalah kedua pasal ini terkadang digunakan oleh para senior dengan tidak bertanggung jawab. Sebenernya kedua pasal ini juga memiliki implikasi kewajiban bagi para senior, bukan hanya hak saja. Tetapi selama ini yang selalu diagungkan adalah hak para senior terkait adanya pasal – pasal tersebut.Kewajiban senior yg terikut dalam pasal tersebut itu sebenarnya bagaimana?

 

 

Selain penggunaan yang bertanggung jawab, kewajiban lain bagi para senior adalah terus menerus belajar dan memberikan contoh yang baik bagi para junior yang dilatih.
Senior tidak pernah salah khan bisa diartikan bahwa seorang yang merasa sebagai senior harus selalu benar dimata adik – adiknya. bagaimana caranya supaya selalu benar? ya tadi itu terus belajar dan berlatih.

Contoh dalam hal baris berbaris, terkadang aku suka ngenes sendiri melihat para senior ;yang galaknya amit amit kalo ngeliat barisan tidak rapi; ketika mereka berbaris dengan tidak rapi ….
“Maklum dek, kakak ini khan udah lewat masanya baris berbaris kaya gini lagi, perut aja udah perut bos – bos”….
lah kalo emang udah lewat masanya baris berbaris, ya udah mbok ya gak usah ngatur2 barisan lagi. kalo emang masih mau ngatur – ngatur barisan, mbok ya juga mampu mencontohkan.
Contoh dalam hal makan cepat, paling BT kalo ngeliat senior yang ribut banget disaat juniornya gak bisa makan cepat, sementara mereka sendiri sebenernya juga gak bisa makan cepat.
seharusnya yang namanya makan cepat itu bukan ditentukan dengan menggunakan menit, tapi ditentukan dengan lebih duluan mana yang selesai, juniornya atau seniornya?

dengan adanya para senior yang (berusaha untuk) selalu benar maka dijamin akan lahir para junior yang berkwalitas n respect terhadap seniornya tanpa adanya paksaan hingga kapanpun.

 

 

 

 

 

Blog pada WordPress.com.