Pro dan kontra rokok dinegara ini memang merupakan contoh nyata dari buah simalakama (yang udah usang), dilarang rakyat mati (bener gak ya?)… gak dilarang ya rakyat juga mati. Bedanya hanya terletak dimasalah jumlah dan waktu.

Kalau dilarang (katanya) yang bakalan mati adalah para buruh rokok yang jumlahnya ratusan ribu (katanya), para petani tembakau, petani cengkeh, pengusaha rokok, industri kertas rokok, n jangan lupa pemerintah.Kalau tidak dilarang yang bakalan mati adalah orang – orang yang tiap hari terpaksa menghirup hembusan rokok milik orang lain, yang mencakup pelayan restoran, anak – anak, penjual makanan di terminal, pejalan kaki, pekerja kantoran, dst …. n jangan lupa para perokok dan semua yang terlibat didalam industri rokok itu sendiri.
Kalau dilarang (kemungkinan) sebagian korban pelarangan rokok akan mati (relatif) cepat. Mengingat para korban ini mati karena kehilangan mata pencaharian terutama para buruh dan petani (wong cilik). Hal ini seringkali dijadikan oleh alasan para pengusaha yang sesungguhnya mengeruk keuntungan paling banyak dari penjualan rokok. Mereka berlindung dibalik kenyataan bahwa usaha mereka ini membantu rakyat sekitar karena memberikan lapangan pekerjaan yang luas. Sebenarnya hal ini juga patut dikaji lebih lanjut. Mungkin industri rokok zaman dulu adalah industri yang padat karya, tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, industri rokok bukan lagi merupakan industri padat karya tetapi sudah dipenuhi oleh mesin – mesin pengganti tenaga manusia yang lebih irit dan efisien sehingga memangkas biaya dan menaikkan produksi. (Gak percaya? ya monggo survey aja sendiri).
Pemerintah juga “seakan-akan” menutup mata terhadap kenyataan ini, dengan berkilah bahwa dengan dinaikkannya cukai rokok maka harga yang tinggi akan menyebabkan para perokok terseleksi secara alami (baca: berkurang) dan dengan demikian pangsa pasar industri rokok mengecil hingga akhirnya hanya akan ada industri rokok yang telah terseleksi juga (baca: berkurang). Alokasi cukai rokok yang seharusnya juga untuk dana “penyembuh” akibat adanya industri rokok juga tidak jelas, kampanye larangan merokok dan penyadaran masyarakat terhadap kerugian yang didapat akibat merokok masih sangat kurang, paling-paling hanya sekedar tulisan Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin di setiap kemasan rokok n iklan rokok beserta turunannya. Tapi tulisan peringatan ini jelas amat sangat kurang kreatif n menarik perhatian pembacanya bila dibandingkan dengan iklan rokok yang semakin lama semakin keren n gaul (ini harus diakui) apalagi iklan – iklan tersebut mengaitkan merokok dengan citra kesuksesan, keberhasilan, kebahagiaan, dan kekompakan.
Foto diatas adalah salah satu bentuk peringatan pemerintah Thailand bagi para perokok, dibandingkan dengan tulisan kecil yang belum tentu dibaca, peringatan dijelaskan secara visual melalui gambar yang memenuhi setengah bungkus bagian depan, well secara pribadi sih aku juga lebih sreg dengan peringatan yang model begini, at least untuk membeli rokokpun jadi agak jijik n risih ngeliat gambarnya. Lebih bagus lagi kalau dibungkus itu juga ditunjukkan data up to date orang yang meninggal karena kanker paru-paru.
Kembali ke permasalahan pelarangan rokok akan menyebabkan kematian (cepat) dari wong cilik. HAL INI PATUT DIBANTAH & DILURUSKAN. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh WHO n disebutkan juga di artikel pdpersi tertanggal 25 May 2004 bahwa 84% dari total 1,3 trilyun perokok didunia berasal dari negara dunia ketiga. Nah penduduk negara dunia ketiga ini mayoritasnya jelas adalah masyarakat tidak mampu. So? What’s the point? The point is YANG PALING DIRUGIKAN KARENA ROKOK ADALAH WONG CILIK.
Banyak “masyarakat tidak mampu” yang menjadi konsumen setia rokok. Hal ini dikarenakan adanya output semu bahwa merokok mampu menghilangkan beban kehidupan dunia, meringankan penderitaan, kepuasan, menahan lapar dsb. Padahal output semu ini amat sangat tidak sebanding dengan output nyata, yaitu kemungkinan timbulnya berbagai penyakit akibat rokok, kanker (kantong kering), gangguan terhadap orang lain. lebih jelas tentang zat-zat yang berbahaya yang ada dalam rokok, monggo dilihat di salah satu website kesehatan or disini
So intinya bahwa pelarangan rokok akan menyebabkan kematian bagi wong cilik amat sangat tidak beralasan !!
Larangan merokok di tempat umum sebagaimana telah dituangkan dalam PERDA tentang Pengendalian dan Pencemaran Udara memang bagus tetapi disatu sisi juga merupakan lelucon tersendiri. Denda Rp. 50 Juta bagi pelanggar? Memang jumlah ini kalau dilihat secara nominal amat sangat besar sehingga diharapkan akan memberikan dampak ketakutan bagi calon pelanggar. Tetapi sesungguhnya jumlah sekian itu justru memudahkan adanya penyelewengan pada tingkat pelaksanaan, mengingat mental para penegak hukum kita dan pelanggar hukum kita yang memiliki tepa selira tinggi sehingga uang denda hanya sedikit dan masuk kantong petugas (siapa yg mau protes???).
Secara pribadi, denda yang bagus untuk diterapkan adalah denda dengan jumlah nominal tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit tetapi juga denda terhadap harga diri si pelanggar. Sebagai contoh denda sebesar Rp. 50.000 dan push up di tempat kejadian dan sebagainya. (efektif gak ya kira2?)
So …. Mari Setop Bakar Duit (mendingan yang kaya gini yang ditulis dibungkus dibandingkan tulisan peringatan pemerintah yang sekarang n juga kalo perlu ditambahin gambar yang kaya di kemasan rokok Thailand)
lake huron beach
SomegifttoME 551795 –>lake huron beach
Lacak balik oleh lake huron beach — Februari 3, 2007 @ 1:29 pm
amy lee and korn
Good information about amy lee and korn.
Lacak balik oleh amy lee and korn — Mei 31, 2007 @ 8:51 pm
prozac serzone suicide zoloft
ka-ka-sh-ka 2882836 Actual news on prozac serzone suicide zoloft category.
Lacak balik oleh prozac serzone suicide zoloft — Mei 31, 2007 @ 8:55 pm
figging bdsm
ka-ka-sh-ka 2882836 home | figging bdsm | contacts
Lacak balik oleh figging bdsm — Juni 5, 2007 @ 10:55 pm
Saya sependapat dengan Anda semua, dan Saya termasuk orang yang ANTI ROKOK dan BUKAN PEROKOK. Namun Saya berusaha menjadikan semua itu LAHAN BISNIS sekaligus ikut MEMBANTU mereka secara NYATA, bukan hanya sebatas ngomong atau ngajak mereka untuk berhenti dari merokok ( Kalau sekedar omongan, burung beo atau anak kecil juga bisa, kan?? ). Namun Saya berdayakan mereka untuk jadi DUTA ANTI ROKOK sekaligus LAHAN BISNIS JUGA BAGI MEREKA. Anda ikutan bersama Komunitas Kami, sekaligus berbuat NYATA dan dapat menghasilkan UANG? DICARI… AGEN PENJUALAN diseluruh kota di Indonesia untuk penjualan KARTU yang mampu Menetralisir/Menyerap Nikotin, Tar dan Racun Kimia pada setiap batang rokok. 1 Kartu itu bisa digunakan untuk 100.000 batang rokok atau selama 3 tahun, TERBUKTI 15 Menit langsung terasa rokok lebih ringan tanpa mengubah cita rasa rokok itu sendiri. Diskon khusus Agen 20% s/d 40%. Berminat? Hubungi rokoksehat@yahoo.com atau 0813 600 67 600
Komentar oleh Samsuar Nurdin — Agustus 29, 2007 @ 3:09 pm