Value Added Life

Oktober 17, 2006

Bersyukur atau Malas????

Diarsipkan di bawah: What bout it?? — alit @ 3:20 am

Bersyukur atas rezeki yang diberikan kepada kita itu suatu keharusan … dan aku sama sekali tidak menentangnya, bahkan aku juga mensyukuri atas apa yang Tuhan telah berikan kepadaku dan juga menyukuri atas apa yang Tuhan telah ambil dari diriku …..

Hanya saja ada 1 hal yang menggelitik logika dan nuraniku …… sebagian orang “menyelimuti” kemalasan mereka dengan rasa syukur …..

rasa syukur apakah harus dimanifestasikan sebagai sebuah penerimaan terhadap nasib??? terhadap tingkatan penghasilan saat ini??terhadap tingkatan permasalahan saat ini???

HANYA PEMALASLAH yang menganggap demikian …..

orang yang benar-benar bersyukur adalah orang yang bisa memanfaatkan apa yang telah diberikan oleh Tuhan dalam bentuk apapun juga untuk kepentingan keluarga dan sesamanya …..

Alkisah ada 2 orang pengemudi bajaj, katakanlah si Abang dan si Mas ….. mereka adalah teman yang sangat dekat. Si Abang dalam kesehariannya selalu mangkal didepan komplek menunggu penumpang, berapapun hasil yang diterima dia syukuri sebagai rezekinya karena dia menganggap bahwa memang sudah takdirnya untuk hanya menjadi pengemudi bajaj jadi buat apa capek2 keliling toh rezeki sudah ada di tangan Tuhan.

Si Mas adalah tipe orang yang berbeda, dia rajin berkeliling untuk mencari penumpang, berapapun hasil yang diterima dia syukuri sebagai rezekinya tetapi dia memiliki keyakinan bahwa dirinya tidak sekedar ditakdirkan jadi pengemudi bajaj tetapi suatu saat akan menjadi juragan bajaj, oleh sebab itu di rela bercapek2 keliling untuk mencari penumpang.

Dari 2 tipe abang bajaj diatas, kira2 mana yang benar2 mengimplementasikan rasa syukurnya?

Bagiku si Abang adalah bukan seseorang yang bersyukur tetapi hanya seorang pemalas yang tahu cara mengucap syukur. Si Mas adalah orang yang bersyukur karena bukan hanya mengucap syukur atas rezeki yang diterima tetapi adalah orang yang juga berusaha semaksimal mungkin menggunakan segala daya yang telah diberikan oleh Tuhan untuk berusaha.

Ingatlah bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang terkecuali orang itu berusaha merubah nasibnya sendiri. Takdir adalah takdir tetapi manusia wajib berusaha untuk mengetahui takdir dia yang sebenarnya.

Oktober 10, 2006

yang penting kulitnya men!!!

Diarsipkan di bawah: Making the world a better place — alit @ 5:57 pm

Bulan puasa emang merupakan bulan yang ditunggu2 oleh berbagai macam kalangan dan golongan …..

buat orang yang emang niat tulus beribadah, sekarang adalah saatnya menimba amalan sebanyak2nya dan juga meminta pengampunan……
buat orang yang emang doyan makan, sekarang adalah saatnya melakukan wisata kuliner karena munculnya banyak warung dadakan dengan menu beraneka rasa …..
buat orang yang suka begadang, sekarang adalah saatnya begadang dengan banyak temen, maklum yang ronda buat bangunin sahur khan banyak …..
de el el

katanya ……
inti dari puasa adalah menahan diri [katanya sih] …… tapi coba kita lihat salah satu fakta dinegara kita tercinta ini ….. inflasi dadakan terjadi di bulan puasa, apalagi menjelang lebaran ….. inflasi khan arti sederhananya adalah kenaikan harga, bisa terjadi gara2 kelangkaan barang2 atau permintaan masyarakat yang meninggi … atau bisa juga kombinasi keduanya …. kalo untuk kasus inflasi pada bulan puasa, secara intuitif aja kita bisa tahu kalo inflasi ini akibat dari permintaan yang meninggi ….. kalo demikian dimana esensi menahan dirinya?????

kalo dibulan2 biasa, makan malam cukup dengan telor dan sambal, tapi kalo bulan puasa itu setidaknya ada es kelapa muda, atau kolak, atau bubur sumsum, kue2an de el el sebagai penambah menu makanan pokok ….. kalo demikian dimana esensi menahan dirinya????

yang lebih aneh bin ajaib lagi adalah adanya kalangan yang menerapkan pengujian terhadap diri kita dalam hal menahan nafsu ini justru dengan cara membabat habis godaan [yang sebenernya juga bukan godaan] bukan dengan cara menghadapinya …… ya contohnya penggerebekan warung makan itu ….. wong buka warung makan halal kok malahan diharamkan oleh kita2 … waks ….

itulah endonesah, puasa itu sekedar tradisi bukan lagi penyebaran esensi

Oktober 8, 2006

kepompong

Diarsipkan di bawah: It's My life — alit @ 1:38 pm

ada lagu lama yang tiba2 aku suka, …. lagu ini kalo gak salah dibawakan oleh Dewi Yull, judulnya “Terus Berlari”

KULIHAT SEMUA ORANG, PERGI MEMBURU BAYANG-BAYANG
AKU LIHAT DIRIKU, TERKURUNG DIBATAS WAKTU
DAN KULIHAT DIBATAS DUNIA, SUKMAKU DALAM GELISAH
KUKATAKAN PADA DIRI, INIKAH KUHADAPI.

KU AKAN TERUS BERLARI, WALAU ANGANKU TAK PASTI
KUCAPAI KAWAN HIDUP DALAM USIAKU INI..
KUHARUS TETAP BERLARI, KU IKUTI MATAHARI
SMANGAT HIDUPKU TAK KAN PERNAH MATI..

JALAN PANJANG YANG KULALUI. PENUH DUSTA DAN PENUH DURI
TAPI DAKU TAKKAN SEMBUNYI , WALAU HANCUR KAN KUNIKMATI
KARNA HIDUP BEGINI INDAH, SGALA DUKA KU TAK MENYERAH
WALAU JATUH DAN JATUH LAGI, DAKU TAK AKAN PEDULI

AKU KAN TERUS BERLARI,
KUIKUTI MATAHARI
ANGAN DAN HARAPANKU LUAS MEMBENTANG TINGGI.
DAN AKU TETAP BERLARI,
WALAU ANGANKU TAK PASTI
SMANGAT HIDUPKU TAKKAN PERNAH MATI.

….. beberapa waktu ini pikiranku penuh dilanda oleh kebimbangan …. bukan kebimbangan biasa, …. tapi kebimbangan atas sesuatu yang akan benar2 merubah fase hidupku …. hehehe tapi disini aku bukan ingin menceritakan tentang kebimbanganku, tapi curhat ttg suatu makhluk yang namanya comfort zone [ya berkaitan deh dengan kebimbanganku].

seringkali kita terjebak secara sadar or ga sadar pada makhluk ini ….
seringkali kita gak mau keluar dari zona ini karena menganggap apa yang kita lakukan sekarang adalah sesuatu yang terbaik, teraman, or emang udah ditakdirkan ….

seringkali kita takut untuk menggapai suatu cita karena kita takut untuk meninggalkan zona nyaman kita …..
seringkali kita takut untuk berjuang meraih sesuatu yang lebih baik karena zona itu juga ….
seringkali kita menganggap suatu pencapaian / keberhasilan orang lain merupakan sesuatu yang mustahil kita raih …. sesuatu yang impossible for us to achieve …..

sesungguhnya perlu sekali2 kita renungi, apa benar sesuatu yang kita inginkan itu mustahil? impossible? …. faktor apa yg menyebabkan seuatu itu mustahil bagi kita?
karena orang lain kah? atau karena batasan2 yang kita buat sendiri?
karena takdirkah? atau karena ketakutan / trauma kita sendiri?

lama kupikir tentang masalah ini …. ternyata aku selama ini mengekang banyak citaku bukan disebabkan oleh orang lain,… bukan juga disebabkan oleh takdir ….. tetapi disebabkan oleh trauma dan batasan2 yang aku buat sendiri ….

kalaupun dalam proses nanti aku harus berjuang dari nol, harus memulai dari bawah, harus menjadi sesuatu yang jelek ….. biarlah …
segala sesuatu yang bagus n cantik harus melewati fase yang jelek …
bagaikan kupu2 yang dihasilkan dari ulat yang berubah dulu menjadi kepompong ….

kalau aku gak mau berubah menjadi kepompong, selamanya aku hanya akan menjadi ulat … bukan kupu2 …

Alhamdulillah aku udah memutuskan untuk menggapai cita yang lebih tinggi, berjuang untuk meraih sesuatu yang lebih baik …. meninggalkan zona kenyamananku …

sekarang bagiku impossible is nothing ….. impossible adalah I’m possible …..

kambing item

Diarsipkan di bawah: Making the world a better place — alit @ 11:50 am

http://wildlife-fantasy.com

aku yakin kalo kita semua itu paling sebel ngelihat orang yang sukanya mencari kambing hitam atas segala kesalahannya, padahal kita semua terkadang juga melakukan hal yang sama…..

“jelas aja gw telat, maklum jakarta macet” –>padahal tinggal jalan lebih awal
“jelas aja gw lulusnya lama, …. dosen gw killer2″ –> padahal emang susah belajar
“jelas aja gw ngobat, khan gw broken home” –> ni paling gak nyambung ni

secara gak sadar sbenernya kebiasaan pengkambing hitaman ini sudah diajarkan semenjak kita masih kecil oleh orang tua kita [atau jangan2 kita juga udah mulai ngajarin ke anak kita]

kok bisa? lha coba perhatiin deh kalo ada anak kecil atau mungkin kita inget2 waktu dulu masih kecil …. khan anak kecil itu sukanya lari2 …… secara keseimbangan badan belum bagus ya lari2 ini biasanya diakhiri dengan jatuh dan benjol2 ….

nah coba kita inget2 atau introspeksi diri kita …. biasanya untuk menenangkan si kecil, si mami n papinya suka memukul dinding / tanah yang ngebikin si anak benjol sambil bilang “nakal nih tanahnya … udah kamu diem ya, tuh tanahnya udah mami pukul”

nah loh … salah apa coba si tanah? wong si kecil jatuh gara2 dia lari2 n belum punya keseimbangan yang bagus kok ….

well kadang2 hal kaya gini tuh terlepas dari pengamatan kita, mungkin hal ini cuman sebuah masalah kecil, tapi perlu kita inget bahwa dengan cara seperti itu si anak dengan sendirinya terdidik untuk mencari kambing hitam atas kesalahan yang dilakukan olehnya

bener gak ya?

Blog pada WordPress.com.