Value Added Life

Maret 20, 2007

Akuarium Untuk Momochan

Diarsipkan di bawah: What bout it?? — alit @ 8:01 am

“Mel, kamu tuh ikan besar yang akhirnya masuk ke kolam besar bersama dengan ikan-ikan besar lainnya … bukan lagi hidup di akuarium kecil kaya dulu”

Itu adalah kata2 momochan ketika dulu aku sempat “kaget” dengan adanya perubahan situasi di lingkungan pembelajaranku. Well sedikit cerita …. sejak SD sampe SMU aku adalah termasuk murid berprestasi, … mengikuti n memenangi banyak lomba sebagai wakil sekolah, siswa teladan de el el ….. n puncaknya adalah ketika bisa masuk ke kampus biru. Singkat cerita prestasi2 yang ada tidak terulang kembali di kampus ini … bahkan waktu pertama kali keluar IP rasanya ingin meledak aja kekeke. Ketika akhirnya aku bisa menyesuaikan diri dengan kolam besar …… berikutnya aku harus masuk lagi ke dalam akuarium kecil dengan beberapa ikan besar. Ada semacam rasa kehilangan. Well enough talking about me … let’s get started talking bout our topic.

Dulu sewaktu melepas kepergian momochan ke negeri sakura sana, aku sudah memprediksi akan adanya masalah yang akan timbul ketika nantinya momochan balik ke Indo. Hal yang sama yang banyak dialami oleh ikan2 besar negara ini yang sejenak dilepas untuk mengembara di lautan dunia. Nah ternyata prediksiku ini benar, detik2 terakhir menjelang kepulangannya, momochan stress berat karena harus kembali ke akuarium kecilnya setelah mencicipi kenikmatan berenang bebas di lautan luas.

“pokoknya tugasmu adalah membuat aku betah di Indo …. kalo aku gak betah, aku bakalan langsung ngelamar S3 lagi ke luar” …. omongan yg keluar dari momochan antara bercanda n serius.

Secara nih, aku udah mengalami seperti apa yang momochan alami [walaupun mungkin tidak sedrastis apa yang dialami olehnya], aku ingin sekedar sharing ama momochan disini … so mungkin juga nanti kalo ada yg ingin nambahin ya bisa langsung komen disini ….

Ternyata ada 1 hal yang mampu membuat ikan besar itu betah di akuarium kecil setelah sempat berenang di kolam besar: Rasa Syukur

Seringkali kita disaat kita merasa sedang down, kita melupakan untuk tetap bersyukur, sehingga rasa syukur hanya kita ingat [kalau inget nih] hanya pada saat kita senang. Padahal bersyukur disaat kita sedang down itu amat sangat nikmat.

Cobalah untuk sejenak memikirkan bahwa masih banyak ikan besar lainnya yang bahkan sama sekali tidak pernah mencicipi kolam besar selama hidupnya … bersyukurlah bahwa kamu sudah pernah diberikan kesempatan, masih banyak ikan besar lainnya yang bahkan sama sekali tidak menyadari bahwa dia adalah seekor ikan besar … bersyukurlah karena kamu telah tersadarkan, dan pada akhirnya kamu akan merasa bersyukur bahwa kamu masih bisa bersyukur disaat banyak ikan besar lainnya yang tidak bisa bersyukur.

1 hal yang perlu momochan coba …. bersyukurlah … niscaya akuarium sempitmu ini akan terasa lebih lega sehingga kamu bisa bersyukur lebih banyak lagi dan hingga suatu saat Sang Pemilik Ikan akan memberikan kamu jalan menuju kolam yang jauh lebih besar dari sekarang.

Jangan berpikir bahwa pulang kesini adalah suatu kemunduran dan bahwa melanjutkan sekolah pasti merupakan kemajuan ……. Siapa tahu nih…. kamu justru bisa lebih banyak berkarya disini dibandingkan kamu sekolah disana …. dimana n bagaimana? yah mungkin itu tugas kita berdua untuk mencarinya :)

Maret 13, 2007

Faktor Manusia dalam penerbangan

Diarsipkan di bawah: Blogroll — alit @ 5:06 am

Pagi ini tadi sempet nonton siaran langsung NHK tentang pesawat ANA dengan nomor penerbangan NH 1603 yang terpaksa melakukan pendaratan darurat di bandara Kochi di Pulau Shikoku dikarenakan roda depan pesawat tidak bisa dibuka.

ANA press release

Pesawatnya sih kayanya berjenis Fokker [mengingat T-Tailnya n menggunakan engine propeller]. Berita ini juga ada di detikdotcom. Proses pendaratannya menegangkan banget … pesawatnya sempat turun tapi pilot memutuskan untuk naek lagi …. mungkin karena ragu2.

Tepuk tangan buat si Pilot …. bayangin aja pesawat itu mendarat hanya dengan 2 roda sayap dan selama menyentuh landasan, badan pesawat dijaga tetap sejajar  [hebat khan?] dan hidung pesawat menyentuh landasan hanya beberapa saat sebelum pesawat benar2 berhenti. [tepuk tangan serupa juga pernah aku lakukan buat pilot GA yang berhasil mendaratkan pesawat di Bengawan Solo].

Sebagaimana kita tahu, faktor human error adalah faktor penyumbang terbesar bagi banyaknya kecelakaan pesawat but kedua pilot tersebut mampu membuktikan bahwa menjadi pilot itu memang membutuhkan skill yang berlebih bukan hanya mampu sekedar take off – cruising – landing saja.

sekali lagi salut deh.

Maret 12, 2007

Naek GA Bukan Berarti Pasti Aman

Diarsipkan di bawah: What bout it?? — alit @ 8:12 am

Beberapa waktu terakhir ini, aku mendapat banyak serangan [biar kesannya serem]. Serangan ini dikarenakan pendirianku yang termasuk sebagai GA minded untuk urusan penerbangan domestik [sampe sekarang juga masih tetap GA minded kok].

Aku gak pernah bilang naek GA itu pasti aman [coba cek postinganku yang ini]. Hanya saja buat aku, naek GA itu artinya aku berusaha meminimalisir risiko kecelakaan. risiko kecelakaan pesawat tuh timbul dari banyak faktor.

Data dari Boeing menyebutkan, dari statistik kecelakaan semua jenis pesawat komersial seluruh dunia dari tahun 1995 hingga 2004 (versi Boeing), kecelakaan akibat awak penerbang mencapai 56 persen. Disusul faktor pesawat 17 persen, cuaca 13 persen, pemeliharaan 4 persen, bandara atau pengaturan lalu lintas udara (air traffic control) 4 persen, dan lain-lain 6 persen.[kompas.com, 2 september 2006]

Buat orang2 yang hobi mengolah statistik, monggo nih diolah statistik dari KNKT … but sayangnya ada beberapa kolom yang aku gak tahu peruntukannya [sayangnya hanya 1988 sampai 2003] …. n ndableknya lagi … aku gak menemukan penjelasan tentang kolom itu di web tersebut …. tanya kenapa?

KNKTDB

Gimana caranya aku menjustifikasi pernyataanku bahwa naek GA itu meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan? Hal ini karena “sekali lagi” kenyataan bahwa kebanyakan airlines di Indonesia itu memposisikan diri sebagai “Low Cost Carrier” padahal sesungguhnya hanya merupakan “Traditional Airlines with Discount”.

Maksudnya gimana? menjadi sebuah LCC harus mengikuti “aturan maen tidak tertulis” agar bisa mulus secara keuangan. Apa saja sih aturan maen itu?

1. Jenis pesawat yang digunakan tidak memiliki banyak variasi

Yang namanya sebuah pesawat itu dibilang “berfungsi” oleh sebuah airlines jika dan hanya jika pesawat itu terbang [beroperasi] didalam setiap penerbangan terdapat risiko terjadinya kerusakan2 kecil yang kalau tidak diperbaiki langsung di lapangan akan mengganggu atau malah menyebabkan pembatalan penerbangan. Artinya disetiap poin pendaratan pesawat harus ada spare parts buat jaga2 … yah gak perlu di setiap poin sih, tapi at least begitu ada masalah maka spareparts hrs ada. Nah kalo variasi pesawatnya banyak artinya khan spareparts yang harus disimpan itu lebih banyak dari segi jumlah yang artinya adalah cost tambahan.

2.  Melayani rute pendek dan bolak balik [point to point]

Rute pendek artinya semakin bnayak pilihan jam penerbangan bagi penumpang or dengan kata lain bisa mengangkut lebih banyak penumpang dalam 1 waktu tertentu. Tapi pemilihan rute pendek ini juga gak bisa secara semena2 karena perawatan pesawat ini amat sangat unik dibandingkan alat transportasi yang lain.

Perawatan terhadap pesawat itu memiliki 3 limiter, yaitu:

  • jam terbang [lamanya pesawat berada diudara]
  • jumlah cycle [jumlah take off - landing ... secara sederhananya]
  • jumlah hari kalender

diantara ketiga limiter tersebut … asalkan salah satunya telah tercapai maka pesawat harus menjalani perawatan. Jadi harus ada optimasi terhadap penggunaan pesawat [jadi inget dulu bikin program optimasi pas kuliah .... hasilnya gak sesuai gara2 salah ngetik antara "=" dan "+" ... ]

3. Barang bawaan [bagasi] penumpang minimum

konsumsi fuel dalam setiap perjalanan berbanding lurus dengan beban yang dibawa oleh pesawat tersebut. udah jelas khan? makanya orang yang berbobot “agak berlebih” sepertiaku ini sebenernya adalah tipe penumpang yang kurang disukai oleh airliner karena beban per satuan tiket lebih besar dari normal yang artinya cost per satuan penumpang lebih besar … hiks

4.  Efisiensi waktu parkir pesawat

yang namanya pesawat itu kalo nongkrong di bandara gak gratis … so lebih sedikit waktu yang dibutuhkan artinya lebih sedikit pengeluaran untuk uang parkir pesawat. Salah satu cara meminimalisir waktu di bandara ya tadi itu pembatasan bagasi penumpang [selain karena beban] yang artinya semakin sedikit barang yang dibawa penumpang, semakin cepat penumpang keluar, semakin cepat pesawat menjalani persiapan untuk penerbangan berikutnya]

5.  Katering minimum

jelas khan? meminimalisir pengeluaran dar makanan yang tidak perlu …. ini juga berkaitan dengan penerbangan LCC sebaiknya rute yang pendek. Karena kalo rute panjang n penumpang gak dikasih pilihan makanan khan repot juga :)

6.  Perpanjangan fungsi dari awak kabin

para awak kabin memiliki tugas lebih yaitu juga sebagai cabin cleaning service. nah berkaitan dengan poin no 5 …. kalo gak ada makanan yang macem2 khan gak ada sampah yang macem2 so pembersihan juga lebih mudah.

7. Penjualan Tiket “OL” .. langsung dari airlines ke customer

Penjualan tiket melalui agen artinya perlu ada penyisihan keuntungan untuk komisi agen.

Tiket kertas yang berbentuk buku artinya ada cost tambahan untuk cetak tiket … toh penumpang khan gak mengkoleksi tiket … yang penting ada tempat duduk n nyampe dengan selamat n barang gak ada yg ketinggalan.

8. “Staggering” perawatan yang baik

Staggering perawatan or sederhananya adalah penjadwalan perawatan perlu dilakukan agar airlines tidak melakukan perawatan terhadap semua pesawatnya pada waktu yang bersamaan …. hehehe kebayang khan kalo tiba2 ada pengumuman bahwa selama bulan April 2007, Airlines XXX tidak melayani konsumen dikarenakan keseluruhan armada, badan pesawatnya harus menjalani D check dan engine nya harus di overhaul.

Nah dari 8 kaedah diatas …. berapa yang diikuti oleh “what so they called LCC”?

Nah karena berdasarkan pengamatan di lapangan … banyak kaedah yang “dilupakan” maka saya beranggapan bahwa mereke bukan LCC tapi Traditional Airlines yang menawarkan tiket dengan harga diskon. Kenapa begitu?? karena ke 8 kaedah tersebut [sebenernya masih banyak lagi] harus menjadi suatu kultur bagi airlines agar mereka bisa menjadi sebuah LCC …. tanpa terealisasi menjadi sebuah kultur maka akan sangat susah untuk beroperasi sebagai LCC karena artinya mereka hanya akan maen potong biaya tanpa melihat pertimbangan lebih jauh … hiiii amit2 khan kalo yang di potong itu adalah biaya maintenance [dengan meminta banyak konsensi dari DSKU] atau pemotongan jam terbang simulator pilot … waks

nah GA masih memposisikan diri sebagai traditional airlines, yang artinya tidak melakukan efisiensi LCC yang artinya harga tiket lebih mahal dari LCC. Tapi apa yakin GA lebih baek dari LCC yang laen yang beroperasi di Indonesia? kalo menurut saya sih masih iya :)

Maret 6, 2007

TTM ….. Tipa Tipu Memuakkan

Diarsipkan di bawah: What bout it?? — alit @ 4:12 am

Well, ini bukan mau ngebahas aksi tipu menipu tingkat tinggi seperti kasus uangnya mas Tommy, or cek kosongnya Chris John n Rojas yang mana kedua kasus ini makin menampar wajah Indonesia di dunia internasional …. emangnya negara kita masih punya wajah ya ????

Ini cuman kejadian tipa tipu tingkat rendahan tapi amat sangat mengganggu.

Senin Siang kemain ada orang yang sangat bersemaangat mengetuk pagar kantor [maklum kantor terletak dikawasan perumahan]. Saking semangatnya “nada” ketukan dan secara para office boy lagi keluar, aku yang merasa tergugah [baca: terganggu] keluar menemui si pengetuk.

Si pengetuk itu seorang laki2 yang masih muda. Mengaku sedang PKL di PLN dan sedang bertugas untuk survey [ada surat tugasnya]. Dooh lagi banyak kerjaan n puyenk masuk angin nih …. tapi kalo gak dibantu khan kasihan, jadi inget dulu pas PKL di pabrik hrs nanya2 data yang mana kalo data gak dikasih, kita khan gak bisa kerja.

Setelah sekitar 10 menit menjawab pertanyaan seperti kapasitas terpasang, biaya listrik bulanan, tren pemakaian dan sebagainya … perbincangan diakhiri dengan menanyakan nama n tanda tangan. fiuh

ternyata sekitar 30 menit kemudian ada sepasang manusia yang berkunjung dengan sopan dan diterima langsung oleh salah satu pegawai kantor yang kebetulan lagi berada di teras. mereka menawarkan produk yang katanya bisa menghemat listrik sampe 30% …… ya ampuuuun …. ini benar-benar kebetulan atau kebetulan yang benar-benar disengaja.

setelah diskusi panjang lebar …. sebenernya bukan diskusi sih ….. tapi lebih merupakan kearah tanya jawab …. sepasang tamu itu yang tentunya diberondong pertanyaan. Ditanya tentang cara kerja produknya, mereka gak ngerti [alasannya  mereka masih MT dan perusahaan sering gonta ganti produk .... waks jawaban macam apa nih?] … akhirnya malah orang kantorku yang menerangkan cara kerja produk itu [secara kebetulan dia juga ada usaha dibidang energy saving] ….. Ditanya tentang mereka dari mana, mereka gelagapan , bilangnya mereka PKL yang satu dari BSI yang satu dari STT PLN [nah loh tadi katanya MT???] ….. Akhirnya setelah segala macam jurus gak mempan untuk memaksa adanya transaksi pembelian ….. dikeluarkanlah jurus terakhir ….. “Pak beli aja deh, khan bapak kaya tuh … liat aja di dompetnya ada banyak kartu … ” …. bener2 jurus yang minta ditimpuk.

Mbok ya kalo berjualan tuh gak sah pake acara tipu menipu … bilang PKL dan lain sebagainya gitu loh …

eh tapi menyinggung sedikit tentang Chris John …. harusnya sih pemerintah turut campur tangan … masa kementrian olahraga gak bisa mengusahakan dana sekitar 3 milyar buat nutup hutangnya si promotor.

Lha ya Chris John khan aset bangsa yang seharusnya dilindungi, apalagi hutang ke si Rojas … waks mendingan cepet2 dibayarin dulu deh daripada bangsa ini yang menanggung malu. Setelah urusan bayar membayar selesai, baru deh si promotornya “diurusin” lewat polisi.

Maret 5, 2007

Hepi Eniperseri Mo

Diarsipkan di bawah: It's My life — alit @ 3:21 am

1 tahun lalu …

” …. waks, Ta, Jrot cepetan bangun … udah jam segini nih, ntar telat … “

” Mam, dandannya disana aja ….. ada yang ketinggalan gak ya? ..”

” Aku udah minta tolong ke gheetonk ama toghee buat jemput Papa di stasiun … “

“Ntar si Toghee langsung  nganterin Papa kesana”

“Waks sikat gigiku yang disini mana nih???? …. “

“Aku udah mandi nih, cepetan gantian …. who’s next???”

“Doohhhh … mbok ya jangan lelet tho!!!”

Tapi Alhamdulillah semuanya berjalan lancar [kecuali pas acara manten masuk gedung .... maklum secara aku dan istri ini termasuk tinggi dibandingkan ibuku n ibu istri yaaa jadinya agak susah mengatur langkah bo kekeke]

eniwei …. hepi eniperseri Mo ….. sampe ketemu di airport tanggal 30 nanti

Maret 1, 2007

Alhamdulillah ……. hanya kemalingan

Diarsipkan di bawah: It's My life — alit @ 11:01 am

Sebelum mengarah kepada inti yang menjadi judul postingan ini, pertama2 aku pengen bicara dikit tentang manajemen risiko dari sudut pandang [mungkin] kebanyakan orang Indonesia [yang selanjutnya disebut MEREKA].

Bagi MEREKA, risiko adalah sesuatu yang pastinya bersifat negatif dan sama sekali tidak bisa dikutak-katik [baca: dieliminir] oleh tangan manusia. Bagi MEREKA, risiko adalah rancangan Tuhan alias nasib alias takdir… naudzubillah … itu khan sama aja menyalahkan Tuhan khan ya?

Contoh terkenal paling akhir di Indonesia adalah peristiwa tenggelamnya beberapa orang reporter. Jelas2 itu kapal udah gak beres gara kebakaran …. eh kok nekad2nya reporter yang gak bisa berenang pergi keatasnya n gak pake pelampung pula …. aku bukannya menjelekkan orang yang meninggal …. tapi justru peristiwa ini perlu diusut setuntas2nya terutama bagi si pemberi izin … lha wong kapal dalam keadaan berlayar aja hrs ada pelampung n sekoci …. ini jelas2 kapal udah sekarat malah hal kaya gini gak diperhatiin … ini namanya menganggap remeh risiko bukannya berserah diri pada keputusan Tuhan sesuai yang diajunrkan oleh agama. Berserah diri itu boleh tapi tentunya setelah berusaha. Misalnya tenggelam padahal udah memakai pelampung yang masih berfungsi ya ini nasib.

Siang ini sekitar jam 12.30 an aku dan si bocah [temen kantorku] terkaget2 gara kaca belakang sebelah kiri mobilnya dipecah Maling yang berhasil menggondol kamera SLR si bocah. Alhamdulillah …. iPod, JBL, iBook, Tape n HP si bocah masih betah ditempatnya masing2.

Begini ceritanya:

Sekitar jam 12an kita sampai di Bank Syariah Mandiri Meruya untuk transaksi kantor …. secara tempat parkir yang biasa sudah penuh, terpaksa kita parkir ditempat yang gak keliatan dari tempat sekuriti n memang banyak juga nasabah n pegawai BSM yang parkir disitu. Biasanya sih ada tukang parkir … tapi hari ini gak ada tuh tukang parkirnya.

Hiks, harusnya sih emang aku mendingan jaga mobil ya ….. tapi gak bisa juga ding .. wong aku harus tanda tangan di cek n formnya bank berdua ama si bocah. Form2 ini gak disiapin dari awal karena sebelumnya kita ada miting di luar n waktunya ngepas banget n juga angka2 transaksinya lom jelas.

Sekeluar dari bank, kita pengen cepet2 ke kantor secara kita lagi pegang cash agak banyak …. lha ya trus nyadar deh kalo kaca udah pecah.

Setelah selesai ama polisi n sebagainya …. kita baru tahu dari orang bank kalo mobil mereka pun sering dibeset dan lain sebagainya kalo diparkir ditempat itu …… ya ampuuuunnnn udah jelas2 orang bank tahu kalo disitu gak aman, mbok ya nasabahnya dikasih peringatan or satpamnya lebih waspada ….. grrrrrrrr

lha ini alhamdulillah hanya kemalingan …. kalo ada perampokan gimana???? huff endonesah endonesah

Blog pada WordPress.com.