Value Added Life

Januari 5, 2006

Mahkamah (Tidak) Agung ?

Diarsipkan di bawah: What bout it?? — alit @ 7:33 pm

Headline kompas pada jumat 6 Januari lumayan menggelitik pemikiran mas alit, pro kontra penggantian hakim agung dipermasalahkan. Kalangan yang pro menggarisbawahi bahwa penumpasan mafia peradilan harus dimulai dari atas . Kalangan yang kontra menggarisbawahi tentang perundangan dan demoralisasi para hakim.
(Hehehe) demoralisasi para hakim? dooh seharusnya demoralisasi ini sudah dimulai semenjak dimulainya praktek mafia peradilan, bukan ketika ada usaha untuk menghentikan mafia peradilan tersebut.Terdengar juga sih pemikiran kalau ada perombakan besar-besaran di tubuh Mahkamah Agung bakalan menurunkan wibawa peradilan di Indonesia khususnya MA itu sendiri. Dooh wibawa turun karena diobrak-abrik (baca:perbaiki) kok dipikirin and diributin … sadar gak sih? atau dipikirin gak sih wibawa yang udah tengkurap n terkubur selama ini gara2 praktek2 para mafia peradilan? grrrr. gemes nih
Seharusnya yang kontra itu rajin-rajin ngebaca visi mahkamah agung:

Mewujudkan supremasi hukum melalui kekuasaan kehakiman yang mandiri, efektif, dan efisien serta mendapatkan kepercayaan publik. Profesional dalam memberi layanan hukum yang berkualitas, etis, terjangkau dan berbiaya rendah bagi masyarakat serta mampu menjawab panggilan pelayanan publik.

SO; ada kata wibawa mahkamah agung gak ya divisi itu? jadi masalah kewibawaan itu ya gak perlu lah diperdebatkan.
yang jelas2 ada itu kekuasaan kehakiman yang mendapatkan kepercayaan publik … nah mungkin ini yang bisa diperdebatkan, kepercayaan publik ini tuh apa ya? and seberapa besar kepercayaan publik yang mampu mengakomodasi visi ini? 68%? (waks kok jadi seneng ama angka ini ya? huehuhe). Mungkin (yang wajar) sih tentunya kalau diuji secara statistik pake uji hipotesis kali ya dengan:

H0 : Publik masih percaya sama MA
H1 : Publik tidak percaya sama MA

tentunya harus dengan jumlah sampel dan pengambilan sampel yang valid.
Jumlah sampel dan pengambilan sampel yang valid secara teori bisa dihitung and didapatkan, lah pada prakteknya sangat susah sekali, gimana mo bisa dipraktekkan? data di BPS aja terkadang gak sesuai dengan dilapangan … fyuh kasian deh negara ini ….
Jadi kepercayaan publik ini juga susah dijadikan pegangan ….

Para hakim agung yang “bersih” tentunya tidak perlu takut tidak terpilih kembali karena Komisi Yudisial sudah mengatakan bahwa para hakim agung yang sekarang bisa dan memiliki hak yang sama untuk diseleksi kembali.

Aku mendukung adanya gerakan pembersihan, terlepas dari sebagian besar publik masih percaya atau tidak percaya. Jika sebagian besar publik masih percaya, anggaplah ini akan lebih meningkatkan tingkat kepercayaan, jikalau sebagian besar publik tidak percaya, anggaplah ini sebagai cara untuk membangun kepercayaan.

Tetapi tetap perlu juga dipikirkan faktor legalitas itu sendiri, perlu atau tidaknya perpu yang mengatur ttg penggantian ini ya bapak-bapak yang diatas sana yang lebih tahu, tapi yang jelas membersihkan mafia bukan berarti harus menuruti cara mafia.

Semoga aja perombakan ini melahirkan para hakim yang benar2 agung, bukan melahirkan mafia yang diagung. AMIN

Mei 8, 2005

Cinta tidak harus berwujud bunga

Diarsipkan di bawah: What bout it?? — alit @ 8:04 am

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anakyang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya,bahwa saya menginginkan perceraian.”Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan” Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”. Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, sayaakan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indahyang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunungitu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.”Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan….”Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.”

Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.”Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.”

“Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.”

“Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.”

“Kamu selalu pegal-2 pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”

“Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.”

“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untukkesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti,saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”

“Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai,menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu”.

“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.”

“Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu.”

“Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku,mataku, tidak cukup bagimu. aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan,kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.”Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu.”

“Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah,bahagiaku bila kau bahagia.”

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud “bunga”.

ps: tulisan ini aku ambil dari milis MM, … setuju banget bahwa cinta tidak harus berwujud bunga…masing2 orang punya cara berbeda buat ngungkapin rasa cinta (tapi ya jelas gak mungkin mengungkapkan cinta dengan cara selalu mukul, nampar, bentak, dan teman2nya … itu mah psikopat … plis deh)

April 9, 2005

GeGer Gempa

Diarsipkan di bawah: What bout it?? — alit @ 4:07 am

sudah sekitar 3 hari terakhir di Indonesia berseliweran sms yang bunyinya:

Menurut Radio BBC nanti malam antara pukul 00-01 gempa akan melanda Jakarta dengan pusat gempa di Sumbar dengan kekuatan 9 skala Richter, mohon hati2 ya

sms itu dengan penuh kekhawatiran disampaikan oleh ortu ke anaknya, anak ke ortunya, teman ke teman, kakak ke adik, mungkin kalo tukang es cendol didepan kantor punya HP n dapet sms ini, 90% dia juga akan memforward ke engkong, anak, nyak, babehnya …. well the point is not about tukang cendol or information chain yang begitu panjangnya n begitu luasnya … the point is betapa menyedihkannya bangsa kita karena dengan begitu gampangnya dibodohi oleh seseorang / sekelompok orang pembuat isu … well mas alit pribadi mendapat sms ini lebih dari 5 kali dalam sehari … n buntutnya aku harus nelpon para pengirim tersebut untuk menjelaskan bahwa berita tsb bo’ong, bahwa sebaiknya mereka gak usah termakan oleh tipuan berantai tersebut, bahwa kalau mereka menyebarkan beria itu sama aja mereka menyebarkan kebohongan, mas alit berusaha menjelaskan dengan berbagai macam kata dan kalimat yang intinya bahwa gempa itu gak bisa diprediksi untuk waktu tertentu bla bla bla … aku juga menjelaskan beberapa topik yang pernah diceritakan oleh si dosen kecil karena kebetulan dia sedang ada di jepang yang notabene merupakan negara eyangnya gempa … fyuhh untungnya banyak yang menanggapi dengan pemikiran terbuka n bilang

ooo, gitu ya, kalo gitu saya akan mencek dulu ttg berita ini, baru nanti kita liat deh gimana selanjutnya

or langsung percaya n bilang

astaga, kalo gitu gw bakalan bilang ke yg lain kalo itu bo’ong

n yang sejenis ama begitu, ….. hiks … sedihnya beberapa temenku malah bilang

kamu sok tau banget sih, jelas2 ini kabar dari BBC, teknologi luar negeri khan canggih, jangan samain ama Indonesia donk

waduh, sedih banget ternyata orang yang berkomentar seperti terakhir itu adalah orang yang berpendidikan sudah tinggi yang seharusnya biasa untuk diajak berdiskusi untuk mencari kebenaran, well at least aku udah berusaha untuk saling mengingatkan ….

Dooh pengen banget rasanya tangan ini ngejitak para pembuat isu ini, “thanks to them” banyak orang dilanda kepanikan, moga2 mereka yang menyebarkan isu ini dengan sengaja walaupun sudah tau bahwa ini adalah berita bo’ong dapat segera bertobat dan dilain waktu bisa menyebarkan isu yang lebih bermanfaat. Amin

« Halaman Sebelumnya

Blog pada WordPress.com.