Value Added Life

Januari 3, 2007

Negara Gosip

Diarsipkan di bawah: What bout it?? — alit @ 2:42 am

Entah harus ketawa, entah harus sedih, entah harus marah, entah harus kecewa …….. awal tahun yang amat sangat luar biasa bagi bangsa ini karena mulai dari beberapa kecelakaan hingga terbohonginya seluruh rakyat mulai dari presiden hingga kawula biasa.

Cek n ricek dinegara ini hanyalah menjadi sebuah nama untuk para “gossipers” bukan sebuah tindakan untuk mencari kebenaran.

Sewaktu Poso dan Ambon dilanda kerusuhan, pemerintah dengan amat sangat giat mengkampanyekan agar setiap orang jangan terperangkap oleh isu dan provokasi yang beredar n harus mengecek kebenaran atas isu tersebut.

Lhadhalah ….. sekarang ini kebohongan publik mengenai Adam Air malah disebarluaskan oleh para pejabat tinggi negara dan berujung kepada menteri perhubungan.

Dan mungkin karena udah menjadi hobi yang mendarah daging untuk menggosip, salah satu wakil rakyat yang gak mau disebut namanya malah memunculkan isu sabotase …. bused dah kebanyakan nonton James Bond kali tuh orang ya.

Mbok ya buat para pejabat ini kalo emang gak tahu suatu persoalan ya cukup bilang gak tahu …. toh ketidak tahuan bukan berarti kebodohan …… atau mungkin sudah menjadi suatu kebanggan kalo bisa menunjukkan kebodohan didepan publik.

Januari 2, 2007

jatuh lagi … ah … jatuh lagi

Diarsipkan di bawah: What bout it?? — alit @ 2:47 pm

Jatuh lagi ….

Cuaca lagi ….

Nasib lagi ….

Pesawat Adam Air nyusruk di Sulawesi, menambah catatan dalam daftar pesawat yang mengalami kecelakaan.

Sebelum KNKT mengeluarkan pernyataan kemungkinan penyebab jatuhya pesawat [yang secara aturan, kalo gak salah ya emang gak boleh jadi konsumsi publik tapi hanya boleh dikonsumsi oleh pihak2 tertentu yaitu otoritas penerbangan, pembuat pesawat, dan operator penerbangan], beberapa orang yang berkepentingan langsung menuduh hukum alam yang ditulis oleh Tuhan; yaitu cuaca; sebagai penyebabnya. Terlepas benar atau tidaknya, seharusnya statement ini masih amat terlalu sangat dini untuk dikeluarkan dan bahkan tidak selayaknya untuk dikeluarkan karena ini adalah sebuah bentuk pengarahan opini and politisasi.

Penyebab kecelakaan bukan hanya mungkin disebabkan oleh cuaca, bisa juga disebabkan oleh human error, poor maintenance, kesalahan desain pesawat, dan lain sebagainya. Cuaca paling sering dipilih sebagai alasan di Indonesia hanya karena cuaca tidak bisa membela diri …. hati2 loh nuduh2 cuaca, itu namanya fitnah karena gak disertai oleh bukti2 yang akurat.

Penyebab kecelakaan juga mungkin disebabkan oleh gabungan beberapa faktor sekaligus.

Well terlepas dari penyebab sesungguhnya dari peristiwa Adam Air ini, yang pasti kejadian ini membuat suatu hantaman yang cukup telak bagi yg namanya low-fare airlines di Indonesia. Low-fare airlines ini bukan low-cost airlines. Tapi low cost-airlines sudah pasti low-fare airlines.

Alit hanya ingin sedikit ngoceh tentang salah satu faktor yang berkaitan dengan keselamatan pesawat, yaitu mindset management airlines.

1 hal yang sering dilupakan oleh management ini adalah sesungguhnya sebuah airlines itu bukan menjual tiket tempat duduk ….. tetapi menjual kepastian seorang penumpang mendarat dengan selamat di bandara yang dituju.

Southwest Airlines di Amerika sebagai pelopor low-cost carrier membangun konsepnya dengan tetap berintikan keselamatan. Low cost didapatkan bukan dengan “menekan” maintenance cost, tetapi dengan “mengefektifkan” maintenance cost. Hal ini bisa dicapai dengan berbagai macam cara.

Kebanyakan Airlines di Indonesia bukan berusaha “mengefektifkan” maintenance cost, tetapi berusaha “menekan” maintenance cost.

Gara2 hal ini pula, Alit sering berdebat dengan momochan mengenai pilihan Alit yang sering menggunakan GA dibandingkan Airlines lokal lain. Bukannya gaya deh, tapi safety itu nomor 1. Memilih GA pun bukan berarti karena GA bagus …. tetapi memilih yg lumayan diantara yg busuk.

Kalo menurut  momochan, mbok ya Alit tuh naek aja pesawat murah kalo PP dalam negeri, gaksah naek GA yang harganya emang mahal. Toh soal selamat atau gak ya tergantung suratan takdir Yang Maha Kuasa.

Ini bukan masalah takdir, tapi kalo menurut Alit ya orang mesti berusaha maksimal untuk meminimalisir risiko. So udah saatnya pemerintah / petinggi negara ini mengarahkan airlines ke jalan yang benar …. bukannya diem aja gara2 gara2 dikasih saham or posisi di airlines tersebut …. hiks endonesah endonesah

November 22, 2006

Politik …. Kotor / Bersih?

Diarsipkan di bawah: Making the world a better place — alit @ 4:52 am

Baru aja selesai ikutan musyawarah daerah sebuah organisasi remaja berorientasi kebangsaan yang aku ikut aktif sejak SMU.

Pada kesempatan itu, ada proses pemilihan ketua umum untuk masa jabatan 4 tahun ke depan. Ada satu fenomena menarik tentang politik kotor yang dipraktekkan oleh beberapa oknum.

Ketika aku menyuarakan protes keras secara resmi didalam forum terhadap oknum2 tersebut, timbullah polemik di persidangan. Sebagian tidak menyetujui, sebagian lagi menyetujui protesku.

Bagi yang tidak menyetujui protesku alasannya adalah bahwa politik kotor itu sudah biasa dilakukan, mbok ya kita2 ini berlatih untuk menghadapi hal seperti itu. Bahkan salah seorang yang sudah senior dan turut aktif di sebuah parpol menyuarakan bahwa keadaan politik di “dunia nyata” lebih parah bahkan bisa dengan taruhan nyawa.

Justru ini yang menjadi masalah menurutku …. ketika dalam tahap pembelajaran politik, sesuatu yang kotor sudah bisa dimaklumi …. maka apa hal itu bukannya mendorong bagi para oknum untuk melakukan hal yg minimal sama kotornya di politik “dunia nyata?”.

Tugas kita yang tahu bahwa itu salah untuk memberitahu pada si oknum tentang kesalahannya … bukan dengan memakluminya. Oknum2 itu notabene adalah generasi penerus bangsa … lha ya kalo gak dibenahin dari awal … mo sampe kapan kita akan terus berkutat dengan politik kotor?

Politik itu ibarat pisau dapur … bisa digunakan untuk kebaikan [masak] atau kejahatan [membunuh orang] …. tugas kitalah untuk mengajarkan kepada adek2 dan anak2 kita kelak bahwa pisau dapur itu walaupun bisa dipake untuk membunuh orang … tetapi penciptaan sesungguhnya adalah untuk berfungsi sebagai alat bantu masak.

fiuh ..

Balada Kereta Bisnis

Diarsipkan di bawah: It's My life — alit @ 4:32 am

Kereta Fajar Utama yang aku tumpangi akhirnya tiba di Stat Pasar Senen jam 17.45 waktu jam mas alit. Terus terang aja ini adalah pertama kalinya setelah sekian lama aku gak naek kereta bisnis. Bukan masalah sombong or ngegaya, tapi kenyamanan n keamanan bagiku nomor 1.

Dulu waktu sering naek kereta bisnis dari YGY – JKT dan sebaliknya, pagi hari setelah kedatangan dapat dipastikan kalo aku masuk angin dan hal itu pastinya merepotkan bagi seseorang hehehehe. Tapi aku pindah ke keretaeksekutif bukan gara2 gak tahan masuk angin.

Aku beralih ke kereta eksekutif semenjak mulai maraknya pengamen2 yang maksa minta duit tengah malem lagi enak2nya bobo. kebayang khan kalo tiap 20 menit ada yg ngebangunin waks. Selain amat sangat mengganggu kenyamanan, faktor keamananpun jadi amat riskan. Lha yang maksa minta duit bukan cuma 1-2 orang, 1 grup pengamen bisa terdiri dari minimal 4 orang, so jelas2 ini adalah bentuk pemalakan … coba bedanya apa sama preman yang minta duit?

Secara besok kalo istriku udah balik, kita bakal LDRan untuk beberapa saat [bisa bulan, bisa tahun hiks] tentunya kesempatan kita ketemuan amat terbatas yang umumnya bakal ada di tiap akhir minggu. Kalo bolak-balik naek kereta eksekutif ya khan mahal, so hrs mulai membiasakan diri naek kereta bisnis lagi.

Salah satu cara yang aku gunakan untuk menghabiskan waktu selama perjalanan kemaren [selain baca dan tidur] adalah memperhatikan tingkah laku para “entrepreneur” yang berusaha mencari nafkah di sepanjang gerbong kereta yang sampai 9.

Well secara garis besar, ada 3 golongan “entrepreneur” yang bolak-balik sepanjang perjalanan, yaitu: pengemis, pedagang, pengamen, penjaja jasa. 3 yang disebut pertama udah gak asing buatku karena dari dulu juga aku udah sering “jumpa” ama mereka. Yang menarik bagiku adalah para penjaja jasa & pola kerjanya:

  1. pemijat
  2. penyapu kolong kursi
  3. penyemprot wangi2an

Kalo di kereta api eksekutif, kita disediakan layanan pijat refleksi dengan bayaran kalo gak salah 50 ribu per jam, nah kalo di kelas bisnis ini agak beda nih, yang ditawarkan bukan refleksi tapi pijat leher, punggung dan kaki buat yang pegel2 n masuk angin. modalnya pun cuman tenaga, viva body lotion n minyak kayuputih. … sempet tertarik buat nyoba sih, tapi setelah dipikir2 gak enak ama org sebelah kalo2 dia gak suka bau minyak kayuputih. Oh iya harganya negotiable dan penawaran pertama dari dia itu 25 ribu.

Bicara soal penyapu kolong, … menurutku diantara 3 penjaja jasa, mereka ini yang paling gak ada gunanya … lah ya coba bayangin … misalnya ada yg nyapuin dari depan ke belakang, … sampahnya itu gak dibuang tapi ditumpuk di belakang …. udah gitu giliran ada yang nyapu dari belakang ke depan ya sampah tadi itu ikutan juga disapu biar kesannya banyak sampah … dan seterusnya dan seterusnya …. ampe2 selama perjalanan kemaren aku hapal sampah yang disapu itu apa aja [wekekeke iseng2 merhatiin daripada bengong].

Nah kalo bicara tentang penyemprot wangi2an … ini merupakan yang paling berjasa kalo menurutku, lah ya secara di kereta itu tajem banget bau2an gak sedapnya .. ya mereka ini bagaikan pelita dalam kegelapan wekekekeke ….. bayangin aja, hampir sepanjang perjalanan aku menggunakan masker buat naek motor gara2 bau2an yang ajaib.

kayanya yg aku omongin ini gak penting ya? kekeke

Moga2 pas besok istriku pulang, pelayanan KA dah jadi jauh lebih baek …. atau mungkin dia bisa jadi penasehat Dephub secara dia pernah tinggal di negara yang perkereta apiannya amat maju …. well daripada ngebayarin para anggota DPR buat liburan berbungkus studi banding tentang transportasi … amit2 jabang beibeh.

Oktober 17, 2006

Bersyukur atau Malas????

Diarsipkan di bawah: What bout it?? — alit @ 3:20 am

Bersyukur atas rezeki yang diberikan kepada kita itu suatu keharusan … dan aku sama sekali tidak menentangnya, bahkan aku juga mensyukuri atas apa yang Tuhan telah berikan kepadaku dan juga menyukuri atas apa yang Tuhan telah ambil dari diriku …..

Hanya saja ada 1 hal yang menggelitik logika dan nuraniku …… sebagian orang “menyelimuti” kemalasan mereka dengan rasa syukur …..

rasa syukur apakah harus dimanifestasikan sebagai sebuah penerimaan terhadap nasib??? terhadap tingkatan penghasilan saat ini??terhadap tingkatan permasalahan saat ini???

HANYA PEMALASLAH yang menganggap demikian …..

orang yang benar-benar bersyukur adalah orang yang bisa memanfaatkan apa yang telah diberikan oleh Tuhan dalam bentuk apapun juga untuk kepentingan keluarga dan sesamanya …..

Alkisah ada 2 orang pengemudi bajaj, katakanlah si Abang dan si Mas ….. mereka adalah teman yang sangat dekat. Si Abang dalam kesehariannya selalu mangkal didepan komplek menunggu penumpang, berapapun hasil yang diterima dia syukuri sebagai rezekinya karena dia menganggap bahwa memang sudah takdirnya untuk hanya menjadi pengemudi bajaj jadi buat apa capek2 keliling toh rezeki sudah ada di tangan Tuhan.

Si Mas adalah tipe orang yang berbeda, dia rajin berkeliling untuk mencari penumpang, berapapun hasil yang diterima dia syukuri sebagai rezekinya tetapi dia memiliki keyakinan bahwa dirinya tidak sekedar ditakdirkan jadi pengemudi bajaj tetapi suatu saat akan menjadi juragan bajaj, oleh sebab itu di rela bercapek2 keliling untuk mencari penumpang.

Dari 2 tipe abang bajaj diatas, kira2 mana yang benar2 mengimplementasikan rasa syukurnya?

Bagiku si Abang adalah bukan seseorang yang bersyukur tetapi hanya seorang pemalas yang tahu cara mengucap syukur. Si Mas adalah orang yang bersyukur karena bukan hanya mengucap syukur atas rezeki yang diterima tetapi adalah orang yang juga berusaha semaksimal mungkin menggunakan segala daya yang telah diberikan oleh Tuhan untuk berusaha.

Ingatlah bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang terkecuali orang itu berusaha merubah nasibnya sendiri. Takdir adalah takdir tetapi manusia wajib berusaha untuk mengetahui takdir dia yang sebenarnya.

Oktober 10, 2006

yang penting kulitnya men!!!

Diarsipkan di bawah: Making the world a better place — alit @ 5:57 pm

Bulan puasa emang merupakan bulan yang ditunggu2 oleh berbagai macam kalangan dan golongan …..

buat orang yang emang niat tulus beribadah, sekarang adalah saatnya menimba amalan sebanyak2nya dan juga meminta pengampunan……
buat orang yang emang doyan makan, sekarang adalah saatnya melakukan wisata kuliner karena munculnya banyak warung dadakan dengan menu beraneka rasa …..
buat orang yang suka begadang, sekarang adalah saatnya begadang dengan banyak temen, maklum yang ronda buat bangunin sahur khan banyak …..
de el el

katanya ……
inti dari puasa adalah menahan diri [katanya sih] …… tapi coba kita lihat salah satu fakta dinegara kita tercinta ini ….. inflasi dadakan terjadi di bulan puasa, apalagi menjelang lebaran ….. inflasi khan arti sederhananya adalah kenaikan harga, bisa terjadi gara2 kelangkaan barang2 atau permintaan masyarakat yang meninggi … atau bisa juga kombinasi keduanya …. kalo untuk kasus inflasi pada bulan puasa, secara intuitif aja kita bisa tahu kalo inflasi ini akibat dari permintaan yang meninggi ….. kalo demikian dimana esensi menahan dirinya?????

kalo dibulan2 biasa, makan malam cukup dengan telor dan sambal, tapi kalo bulan puasa itu setidaknya ada es kelapa muda, atau kolak, atau bubur sumsum, kue2an de el el sebagai penambah menu makanan pokok ….. kalo demikian dimana esensi menahan dirinya????

yang lebih aneh bin ajaib lagi adalah adanya kalangan yang menerapkan pengujian terhadap diri kita dalam hal menahan nafsu ini justru dengan cara membabat habis godaan [yang sebenernya juga bukan godaan] bukan dengan cara menghadapinya …… ya contohnya penggerebekan warung makan itu ….. wong buka warung makan halal kok malahan diharamkan oleh kita2 … waks ….

itulah endonesah, puasa itu sekedar tradisi bukan lagi penyebaran esensi

Oktober 8, 2006

kepompong

Diarsipkan di bawah: It's My life — alit @ 1:38 pm

ada lagu lama yang tiba2 aku suka, …. lagu ini kalo gak salah dibawakan oleh Dewi Yull, judulnya “Terus Berlari”

KULIHAT SEMUA ORANG, PERGI MEMBURU BAYANG-BAYANG
AKU LIHAT DIRIKU, TERKURUNG DIBATAS WAKTU
DAN KULIHAT DIBATAS DUNIA, SUKMAKU DALAM GELISAH
KUKATAKAN PADA DIRI, INIKAH KUHADAPI.

KU AKAN TERUS BERLARI, WALAU ANGANKU TAK PASTI
KUCAPAI KAWAN HIDUP DALAM USIAKU INI..
KUHARUS TETAP BERLARI, KU IKUTI MATAHARI
SMANGAT HIDUPKU TAK KAN PERNAH MATI..

JALAN PANJANG YANG KULALUI. PENUH DUSTA DAN PENUH DURI
TAPI DAKU TAKKAN SEMBUNYI , WALAU HANCUR KAN KUNIKMATI
KARNA HIDUP BEGINI INDAH, SGALA DUKA KU TAK MENYERAH
WALAU JATUH DAN JATUH LAGI, DAKU TAK AKAN PEDULI

AKU KAN TERUS BERLARI,
KUIKUTI MATAHARI
ANGAN DAN HARAPANKU LUAS MEMBENTANG TINGGI.
DAN AKU TETAP BERLARI,
WALAU ANGANKU TAK PASTI
SMANGAT HIDUPKU TAKKAN PERNAH MATI.

….. beberapa waktu ini pikiranku penuh dilanda oleh kebimbangan …. bukan kebimbangan biasa, …. tapi kebimbangan atas sesuatu yang akan benar2 merubah fase hidupku …. hehehe tapi disini aku bukan ingin menceritakan tentang kebimbanganku, tapi curhat ttg suatu makhluk yang namanya comfort zone [ya berkaitan deh dengan kebimbanganku].

seringkali kita terjebak secara sadar or ga sadar pada makhluk ini ….
seringkali kita gak mau keluar dari zona ini karena menganggap apa yang kita lakukan sekarang adalah sesuatu yang terbaik, teraman, or emang udah ditakdirkan ….

seringkali kita takut untuk menggapai suatu cita karena kita takut untuk meninggalkan zona nyaman kita …..
seringkali kita takut untuk berjuang meraih sesuatu yang lebih baik karena zona itu juga ….
seringkali kita menganggap suatu pencapaian / keberhasilan orang lain merupakan sesuatu yang mustahil kita raih …. sesuatu yang impossible for us to achieve …..

sesungguhnya perlu sekali2 kita renungi, apa benar sesuatu yang kita inginkan itu mustahil? impossible? …. faktor apa yg menyebabkan seuatu itu mustahil bagi kita?
karena orang lain kah? atau karena batasan2 yang kita buat sendiri?
karena takdirkah? atau karena ketakutan / trauma kita sendiri?

lama kupikir tentang masalah ini …. ternyata aku selama ini mengekang banyak citaku bukan disebabkan oleh orang lain,… bukan juga disebabkan oleh takdir ….. tetapi disebabkan oleh trauma dan batasan2 yang aku buat sendiri ….

kalaupun dalam proses nanti aku harus berjuang dari nol, harus memulai dari bawah, harus menjadi sesuatu yang jelek ….. biarlah …
segala sesuatu yang bagus n cantik harus melewati fase yang jelek …
bagaikan kupu2 yang dihasilkan dari ulat yang berubah dulu menjadi kepompong ….

kalau aku gak mau berubah menjadi kepompong, selamanya aku hanya akan menjadi ulat … bukan kupu2 …

Alhamdulillah aku udah memutuskan untuk menggapai cita yang lebih tinggi, berjuang untuk meraih sesuatu yang lebih baik …. meninggalkan zona kenyamananku …

sekarang bagiku impossible is nothing ….. impossible adalah I’m possible …..

kambing item

Diarsipkan di bawah: Making the world a better place — alit @ 11:50 am

http://wildlife-fantasy.com

aku yakin kalo kita semua itu paling sebel ngelihat orang yang sukanya mencari kambing hitam atas segala kesalahannya, padahal kita semua terkadang juga melakukan hal yang sama…..

“jelas aja gw telat, maklum jakarta macet” –>padahal tinggal jalan lebih awal
“jelas aja gw lulusnya lama, …. dosen gw killer2″ –> padahal emang susah belajar
“jelas aja gw ngobat, khan gw broken home” –> ni paling gak nyambung ni

secara gak sadar sbenernya kebiasaan pengkambing hitaman ini sudah diajarkan semenjak kita masih kecil oleh orang tua kita [atau jangan2 kita juga udah mulai ngajarin ke anak kita]

kok bisa? lha coba perhatiin deh kalo ada anak kecil atau mungkin kita inget2 waktu dulu masih kecil …. khan anak kecil itu sukanya lari2 …… secara keseimbangan badan belum bagus ya lari2 ini biasanya diakhiri dengan jatuh dan benjol2 ….

nah coba kita inget2 atau introspeksi diri kita …. biasanya untuk menenangkan si kecil, si mami n papinya suka memukul dinding / tanah yang ngebikin si anak benjol sambil bilang “nakal nih tanahnya … udah kamu diem ya, tuh tanahnya udah mami pukul”

nah loh … salah apa coba si tanah? wong si kecil jatuh gara2 dia lari2 n belum punya keseimbangan yang bagus kok ….

well kadang2 hal kaya gini tuh terlepas dari pengamatan kita, mungkin hal ini cuman sebuah masalah kecil, tapi perlu kita inget bahwa dengan cara seperti itu si anak dengan sendirinya terdidik untuk mencari kambing hitam atas kesalahan yang dilakukan olehnya

bener gak ya?

September 26, 2006

Ini bukan Indonesia.Jangan takut hilang barang.

Diarsipkan di bawah: It's My life — alit @ 8:34 am

Baru2 ini mengunjungi istri di negeri sakura. Ada satu kejadian “mengenaskan” pas aku lagi mo beli tiket feri buat nyebrang ke kota istrikuh [tsu]. Secara aku gak tau pasti tempat beli tiket feri [cuman nginget2 petunjuk istri] n secara aku gak bisa baca kanji …. jadilah linglung mode on buat beli tiket feri. Waktu itu ada 1 kakek2 nanya pake bahasa jepun … n secara emang aku gak bisa bisa bahasa jepun aku cuman jawab “Nihon go wakarimasen. Indonesia kara” ….. “oooh indonesia … kamu mau kemana?” kaget juga aku ternyata dia bisa bahasa Indonesia n dari dia aku tahu kalo ternyata aku salah tempat nunggu n kebetulan dia juga mo ke tsu jadi dia nunjukin tempat tiket [kekeke ternyata beda 1 selepetan]. sambil jalan ke tempat yg bener aku tahu kalo si kakek itu ternyata udah 14 tahun hidup di Ambon ngegarap mutiara……singkat cerita, segera setelah beli tiket, aku pergi keluar lagi.Maksudnya sih buat nemenin si kakek yang telah berbaek hati itu. gak dinyana ternyata dia salah nangkap maksudku … dia malah bilang “santai saja istirahat didalam, barang disini saja. ini bukan Indonesia. jangan takut hilang barang” … Waks

Indonesia, Indonesia …. segitu jeleknyakah dikau dimata orang asing?

September 21, 2006

Alasanku mencintaimu …….

Diarsipkan di bawah: What bout it?? — alit @ 3:53 pm

Seringkali wanita [sebagai salah satu ciptaan Tuhan yang amat complicated] menanyakan hal – hal kritis yang teramat suanguat susah untuk dijawab oleh prianya …. coba deh liat salah satu contoh percakapan dibawah ini [Neng n Abenk]

Setting:
Suatu malem di teras rumah si Neng

Neng : Abenk chayank …. apa sih yg ngebuat Abenk cinta ama Neng ….
Abenk: [berpikir 2 detik] …. Mata Neng bagus. Setiap kali Abenk liat, Abenk makin jatuh cinta ama Neng
Neng : kalo gitu misalnya ntar Neng buta, berarti Abenk gak cinta ama Neng lagi donk!
Abenk: [berpikir 6 detik] … Dooh gak gitu donk Nenk sayang, Abenk pasti tetep cinta ama Neng walopun Neng buta
Neng : tuh khan Abenk bo’ong …. kalo gituh Abenk bukan cinta ama Neng gara2 mata donk, buktinya kalo ntar Neng buta, Abenk tetep sayang ama Neng … padahal kalo buta artinya Neng gak punya mata yang bagus lagi donk ….
Abenk: $%#$%#$%$&

kekeke …. kasian si Abenk, karena sesungguhnya kalopun si Abenk punya jawaban laen, si Neng selalu punya counter attack yang mematikan.
Misalnya aja si Abenk ngejawab “Abenk cinta ama Neng karena Neng baek ama Abenk” . Si Neng pasti ngejawabnya “Kalo besok Neng marah2 mulu ama Abenk, berarti Abenk gak bakalan sayang lagi donk ama Neng” …….

So kira2 jawaban apa yang paling pantas untuk mencegah counter attack yang mengerikan itu????

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.